Juwet, Alternatif Bahan Pewarna Makanan

tarmiziblog.blogspot.com

Tumbuh liar dihutan dan biasa dijadikan tanaman pagar. Tanaman ini belum banyak dimanfaatkan. Padahal tanaman ini memmili potensi yang tinggi.

Buahnya berwarna ungu tua, rasanya kecut agak sepet walau ada juga yang rasanya agak manis, itulah juwet. Tanaman yang bukan berasal dari Indonesia ini populasinya kian rendah. Juwet merupakan tanaman pioneer yaitu tanaman yang dapat ditanam disembarang tempat.

Juwet berasal dari famili Myrtaciae. Pohonnya kokoh memiliki tinggi sekitar 20-30 meter. Biasanya tumbuh dihutan atau bisa dijadikan tanaman pagar. “buah juwet ada yang besar dan kecil” ujar Sukindar Ir. MS dosen Budidaya Pertanian Universitas Brawijaya Malang. Juwet dapat tumbuh baik didaerah dataran rendah pada ketinggian 600 m dpl. Juwet bisa ditanam dengan biji atau stek. Perbanyakan dengan stek akan lebih cepat dibandingkan dengan menanam biji. ”kalau menanam dengan biji itu kirakira delapan sampai sepuluh tahun baru berbuah” ujar Sukindar.

Biasanya juwet berbuah pada musim kemarau tapi tidak menutup kemungkinan diluar musim kemarau juwet bisa berbuah. Untuk juwet yang ditanam didataran rendah rasanya akan lebih manis. Pewarna makanan Menurut Erryana Martati STP. MP juwet mengandung tanin yang tinggi serta mengandung antosianin. Antosianin sendiri adalah pigmen yang memberikan warna biru, ungu dan merah kepada tumbuh-tumbuhan. Sedangkan tanin yang menyebabkan rasa sepet pada juwet.

Warna juwet yang ungu tua bisa dijadikan bahan alternatif untuk pewarna makanan. ”tapi sampai saat ini belum ada yang memanfaatkannya untuk bahan makanan. Karena masih sulit menghilangkan rasa sepet yang terdapat dalam juwet” ujar Erry. Penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya baru sampai pada tahap ekstraksi antosianin. belum ada penelitian lebih lanjut tentang juwet.

”Mungkin jika dilanjutkan penelitian bagaimana cara menghilangkan rasa sepetnya, juwet bisa dijadikan alternatif bahan pewarna makanan dan juwet jadi memiliki nilai ekonomi yang tinggi” tambah Erry. Pemanfaatan Juwet Dalam tanaman juwet mengan dung beberapa bahan kimia. Diantaranya untuk biji juwet mengandung antimelin, jambosin, jambulol, fitosterin, zat pail, protein, zat samak, asam gaiat, gula, minyak atsiri, dan minyak lemak.

resepkeluargacinta.blogspot.com

Kulit kayunya mengandung Zat samak, asam galat, jambosin, dan jambulol. Sedangkan buahnya mengandung Minyak atsiri, damar, asam gaiat, dan glikosidaTanaman juwet masih sulit ditemui karena belum ada petani yang mengusahakan tanaman ini. Biasanya tanaman ini dijadikan tanaman pagar. Di Filipina juwet diproduksi secara komersial. Buahnya bisa diolah menjadi sari buah, jeli atau anggur. Daunnya digunakan untuk pakan ternak.

Bunga juwet dijadikan makanan kumbang untuk membuat madu dengan kualitas baik. Kulit kayunya terasa sepat biasanya digunakan untuk obat kumur-kumur, selain itu kulit kayu dari pohon juwet bisa dijadikan untuk pewarna. Tepung bijinya dimanfaatkan untuk mengobati kencing manis, disentri, diare danpenyakit lainnya.

Di Indian pohon juwet ditanam untuk naungan pohon kopi. Pohon ini tahan terhadap angin biasanya ditanam dalam barisan untuk menahan angin. Selain itu juwet bisa dioleh dengan cara mencampurkan juwet dengan gula pasir kemudian dikocok. Ini untuk menghilangkan sedikit rasa sepat yang terkandung dalam juwet. Menurut Sukindar juwet juga bisa digunakan untuk obat sakit perut ”jika buang air besar terus makan juwet saja, tapi jangan terlalu banyak nanti malah gak bisa buang air besar” ujar Sukindar.

Dedeh