Kecoak, Jadi Detektor Bom

          

        Mahasiswa Fakultas Pertanian turun ke PIMNAS XX pada tanggal 17 Juli 2007. Mereka adalah Iman Dwi Cahyo (HPT’04), Marcellinus Alfasisurya S A (HPT’03), dan Ermah Fachriyani (PKP’05). Karya tulis yang berjudul “Potensi kecoak (Blatta orientalis L.) Sebagai Detektor Bom” meraih juara 1 Regional C yang diadakan di Mataram pada tanggal 18- 20 Mei 2007.

        Awalnya mereka mengikuti seleksi LKTM Mala bidang IPA tingkat Universitas Brawijaya. “Sebenarnya kami ingin ambil bidang IPS. Atas dukungan teman kami akhirnya kami ambil bidang IPA karena fakultas pertanian jarang ambil bidang IPA”, tutur Iman. Ketika ditanya tentang alasan memilih kecoak sebagai detector bom, Marcell menuturkan, “Sebenarnya hampir semua serangga dapat dilatih, yang pernah adalah lebah madu (sebagai detector bom .red)”. “Jika dibandingkan dengan lebah madu, secara fisiologis saraf kecoak tidak terlalu berbeda dengan lebah madu, umurnya lebih panjang bisa sampai tiga tahun, peka terhadap partikel kimia, dan memorinya cukup besar” tambahnya.

        Bagi mereka, ide itu selalu ada. “Mencari ide itu yang beda dan gila!”, tutur Ermah. Sedangkan kendala yang mereka hadapi selama mengerjakan karya tulis tidak menjadi penghalang untuk terus berkarya. Mereka berharap bahwa semoga karya tulis ini dapat memberikan pandangan baru untuk bisa dimanfaatkan dalam bidang teknologi.

Hayyu