Yoghurt dari Kecipir

Belum banyak dimengerti dan belum banyak dimanfaatkan. Hal itulah yang mungkin akan kita ungkapkan ketika kita menganggap sepele tanaman kecipir, padahal tanaman ini memiliki segudang manfaat.

 

     Secara umum tanaman ini dibedakan menjadi dua yaitu kecipir konsumsi (Psophocarpus tetragonolobus) dan kecipir hutan (Psophocarpus polustris). Akan tetapi kecipir yang banyak ditanam ialah kecipir konsumsi. Kecipir konsumsi mungkin tidak asing lagi bagi kita karena tanaman ini untuk bahan campuran makanan, sementara kecipir hutan memang tidak banyak dibudidayakan dan digunakan sebagai pagar pada sawah atau perkebunan.

     Psophocarpus tetragonolobus me rupakan tanaman yang memiliki kekhasan tersendiri, baik dari bentuknya maupun khasiatnya. Tanaman ini dikenal masyarakat dengan nama kecipir. Pada umumnya tanaman ini hanya digunakan sebagai bahan tambahan untuk makanan pecel dan buah mudanya untuk lalapan. Padahal tanaman ini memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi.

     Berpolong dengan empat siku, bersayap, dan bergelombang adalah morfologi dari buah kecipir. Didalamnya terdapat biji, yang ketika masak secara fisiologis dapat digunakan sebagai bahan pembuat yoghurt. Hal inilah yang belum banyak dikenal khalayak.

     Penanaman tanaman kecipir ini tidaklah susah, dengan kondisi Indonesia yang beriklim tropis tidak menjadi masalah. Buktinya tanaman ini dapat dibudidayakan dari dataran tinggi hingga dataran rendah. Tanaman ini dapat ditanam dengan kondisi apapun, baik dengan bahan organik rendah, lempung, berpasir maupun tanah kering, tanaman ini memiliki ketahanan cukup tinggi.

Manfaat Yoghurt kecipir

     Penelitian biji kecipir ini telah dilakukan di jurusan Teknologi Hasil Pertanian sejak tahun 2000, “akan tetapi hal ini masih dalam bentuk riset dan belum diaplikasikan pada khalayak umum” jelas Elok selaku dosen Teknologi Hasil Pertanian. Akan tetapi tanaman ini memiliki kecenderungan untuk dapat digunakan sebagai bahan pembuat yoghurt. Seperti yang diungkapkan Elok, “Kandungannya hampir sama dengan susu sapi, yaitu vitamin dan mineral yang berguna bagi tubuh diantaranya betacaroten, tokoferol, thiamin, riboflavin, niacin, asam askorbat, kalsium, magnesium, kalium, natrium, ferum, dan fosfor”.

     Kandungan kalori, protein, lemak dan karbohidratnya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan daging sapi. Sedangkan kandungan kolesterolnya pun jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan susu sapi yang lebih banyak mengandung kolestrolnya dan didalamnya terdapat enzim lotosoce tolerance. Dimana bagi beberapa orang dapat berbahaya pada tubuh manusia.

     Dengan penggunaan kecipir sebagai bahannya, maka tidak mengubah manfaat yoghurt secara signifikan. Yoghurt kecipir menggandung bakteri hidup yang baik bagi tubuh manusia, bakteri ini yang bernama Lactobacillus Gulgaricus dan Steptococcus Thermo Phylus memiliki manfaat bagi tubuh manusia. Fermentasi atau bekerjanya bakteri ini pada manusia bermanfaat dalam usus untuk melawan bakteri potogen penyebab penyakit. Kandungan antioksidannya dapat menambah efek kesehatan bagi peminumnya.

     Nutrisi yang terdapat dalam tanaman ini dapat digunakan sebagai bahan sumber makanan bila dimanfaatkan dengan teknologi. Tanaman yang masuk dalam famili legume ini memiliki beberapa manfaaat lain selain digunakan sebagai pembuat yoghurt, diantaranya ialah obat tetes mata, telinga, obat penutup bisul, penambah nafsu makan, mencegah kanker dan diabetes.

Pengolahan Yoghurt

     Rasa yang dihasilkan cukup asam, akan tetapi hal ini dapat dimanipulasi dengan rasa buatan dari bahan yang hampir sama dengan susu sapi. Tambahan yang biasanya ditambahkan ialah strowbery dan coklat.

     Proses pengolahan untuk membuat yoghurt dengan bahan kecipir ialah, dengan merendam biji selama kurang lebih satu jam. Selanjutnya dihancurkan dengan suhu 80oC. Perbandingan antar biji dengan air yaitu 1:3. dilanjutkan dengan penirisan air, kemudian dimasak dengan suhu 85oC selama 15 menit. Setelah itu bahan didinginkan untuk ditambah dengan bakteri steptococcus thermo phylus sebanyak 2%. Setelah pemberian bakteri ini disimpan dalam waktu 12 jam dengan suhu 37oC atau dengan lama waktu 24 jam dengan suhu kamar di antara 18,5-19oC. Yoghurt dari kecipir ini mampu bertahan hingga kurang lebih satu setengah bulan dengan suhu 5 derajat C.

 

Zainuri