KELAS BAHASA INGGRIS SEPI

Demi meningkatkan kualitas mahasiswa Fakultas Pertanian (FP) dalam penggunaan bahasa inggris, FP menyediakan kelas Bahasa Inggris (BI) sejak tahun ajaran 2011/2012. Akan tetapi, dari kuota mahasiswa yang disediakan hanya terisi setengahnya saja.

Kebutuhan akan bahasa asing, khususnya bahasa inggris, dalam dunia kerja manjadi alasan FP untuk menyediakan kelas BI. Kelas BI disediakan untuk mahasiswa FP angkatan 2009, 2010 dan 2011 baik Agroekoteknologi maupun Agribisnis. Fasilitas ini diberikan secara cuma-cuma oleh FP, tanpa adanya tambahan biaya apapun dan seleksi terlebih dahulu, mahasiswa hanya diminta untuk mengisi formulir pendaftaran dan diserahkan ke FP.  Sebagai permulaan, FP hanya menyediakan 1 kelas BI  dengan kuota maksimal 40 mahasiswa pada masing-masing Program Studi (PS) dan masing-masing angkatan 2009 sampai 2011.

Namun, hal ini kurang ditanggapi secara positif oleh mahasiswa FP. Dari 40 kursi yang disediakan per kelas hanya separuhnya saja yang terisi. Seperti yang tampak di PS Agribisnis angkatan 2009 yang hanya di isi oleh 21 mahasiswa. Bahkan di PS Agroekoteknologi angkatan 2010, hanya 1 mahasiswa yang mengikuti kelas BI.

Sedikitnya mahasiswa FP yang berminat mengikuti kelas BI disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya adalah takut nilai Indek Prestasi (IP) akan menurun karena tidak mampu beradaptasi dengan kelas BI. Seperti yang diungkapkan oleh Septrial Arafat (Iyal.red) mahasiswa Agroekoteknologi 2010. Iyal mengatakan bahwa ada 3 alasan mengapa mahasiswa Pertanian tidak mau mengikuti kelas bahasa inggris. Pertama, karena matakuliah mahasiswa FP sudah dipaketkan, sehingga mereka sudah nyaman dengan kelas mereka masing-masing. Kedua, mahasiswa beranggapan sulitnya nanti menggunakan bahasa inggris ketika mengerjakan  laporan, presentasi, ujian, dan lain sebagainya. Ketiga, “ ngliatin aku di kelas A sendirian jadi mereka tambah males,” kata Iyal.

Sistem Pembelajaran

Sistem pembelajaran yang digunakan dalam kelas ini tidak menggunakan bahasa inggris secara menyeluruh. Sistem pembelajaran yang digunakan adalah sistem campuran, artinya mahasiswa boleh menggunakan bahasa inggris boleh tidak, sesuai dengan kesepakatan antara mahasiswa dengan dosen yang bersangkutan, “hanya saja dalam 2 minggu ini (sejak awal perkuliahan. red) masih belum kami laksanakan,” kata Ir. Didik Suprayogo, MSc., Ph. D. selaku Pembantu Dekan I (PD I). Pihak Fakultas masih menunggu hingga batas Kartu Pembatalan Rencana Studi (KPRS). Apabila setelah KPRS mahasiswa yang mendaftar kelas BI semakin banyak maka akan dilanjutkan, sebaliknya jika semakin sedikit, maka akan dibicarakan lagi apakah kelas ini masih dilanjutkan atau dihapuskan.

Lulusan dari kelas BI sama dengan kelas regular, hanya saja ada perbedaan di transkrip nilainya nanti, dimana akan ditunjukkan kompetensi apa yang dimiliki oleh mahasiswa, dalam hal ini kompetensi berbahasa inggris. “Itu masih kami rancang,” sambung PD I. Dengan demikian, stakeholder akan melihat kompetensi yang dimiliki oleh mahasiswa. Didik Suprayogo juga menekankan bahwa inti dari kelas bahasa inggris ini adalah bagaimana kemampuan bahasa inggris mahasiswa dari waktu ke waktu semakin meningkat.

Filosofi dari kelas Bahasa Inggris seperti yang dikatakan oleh PD I adalah seperti mengolah sampah, bahwa kita tau mengolah sampah itu penting. Dan kita juga tau bagaimana cara mengolah sampah yang baik. Begitu juga dengan bahasa inggris. Sebenarnya kita tau bahwa bahasa inggris itu penting. Kita juga tau bagaimana cara belajar bahasa inggris, “tatapi pertanyaannya apakah kita melakukannya setiap hari?” tegas Pak Didik.

Mis_Write.CP27/09/11